
𝗜𝗻𝗼𝘃𝗮𝘀𝗶 𝗦𝗲𝗿𝗲𝗮𝗹 𝗙𝘂𝗻𝗴𝘀𝗶𝗼𝗻𝗮𝗹 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝘀𝗶𝘀 𝗝𝗮𝗴𝘂𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗨𝗯𝗶 𝗝𝗮𝗹𝗮𝗿 𝗨𝗻𝗴𝘂 𝗛𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗬𝘂𝗹𝗶𝗮𝗻𝗮, 𝗠𝗮𝗵𝗮𝘀𝗶𝘀𝘄𝗮 𝗣𝗲𝗻𝗲𝗿𝗶𝗺𝗮 𝗞𝗜𝗣 𝗞𝘂𝗹𝗶𝗮𝗵 𝗔𝘀𝗮𝗹 𝗧𝗼𝗷𝗼 𝗨𝗻𝗮-𝗨𝗻𝗮, 𝗟𝘂𝗹𝘂𝘀 𝗣𝗿𝗲𝗱𝗶𝗸𝗮𝘁 𝗖𝘂𝗺𝗹𝗮𝘂𝗱𝗲

PALU – Universitas Alkhairaat kembali melahirkan lulusan berprestasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif dalam menjawab tantangan pangan fungsional. Yuliana, lulusan Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, sukses menyelesaikan studi dan meraih predikat Cumlaude setelah sukses mempertahankan hasil penelitian skripsinya.
Ujian skripsi tersebut dilaksanakan pada Jumat pagi, 12 Juni 2026, mulai pukul 09.00 WITA hingga selesai. Momentum berharga ini langsung dilanjutkan dengan prosesi yudisium yang digelar dengan khidmat di Ruang Aula Dr. Ir. Aris Aksarah Pas, M.P.

Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena Yuliana, yang lahir dan dibesarkan di Desa Dataran Bugi, Kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una-Una, merupakan salah satu mahasiswa selektif penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Lahir sebagai anak ke-4 dari 5 bersaudara dari pasangan Bapak Nurdin dan Ibu Musdalifa, alumni SMA Negeri 1 Tojo angkatan 2022 ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak dari kampung halaman bukan penghalang untuk mengukir prestasi tertinggi sejak menempuh kuliah tahun 2022 lalu.
Tidak hanya cemerlang di ruang kelas, Yuliana juga dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia tercatat pernah mdedikasikan diri di Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMATEPA) sebagai anggota Divisi Ekonomi Produksi (2023–2024), sebelum akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) untuk periode 2024–2025.

Dalam sidang di hadapan para dosen penguji pagi tadi, Yuliana memaparkan risetnya yang berjudul mengenai karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik sereal fungsional berbasis pangan lokal. Penelitian ini berangkat dari upaya mengoptimalkan potensi tepung jagung dan tepung ubi jalar ungu sebagai alternatif sarapan sehat yang kaya akan antioksidan.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, perbandingan formulasi kedua tepung tersebut memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap seluruh karakteristik sereal yang dihasilkan, mulai dari kadar air, serat kasar, hingga tingkat penerimaan panelis.
“Formulasi terbaik ditemukan pada perlakuan P3, yaitu kombinasi proporsi tepung jagung 60% dan tepung ubi jalar ungu 40%,” ungkap Yuliana saat memaparkan hasil risetnya di ruang sidang.

Kombinasi optimal (P3) tersebut menghasilkan sereal fungsional dengan karakteristik yang sangat baik, di antaranya:
Kadar Air: 4,65%
Gula Reduksi: 5,78%
Serat Kasar: 4,65%
Aktivitas Antioksidan: 22,33%
Kadar Antosianin: 0,83%
Water Holding Capacity (WHC): 2,17
Rehidrasi: 4,92%

Tidak hanya unggul dari segi kandungan kimia dan fisik, formulasi P3 ini juga menjadi produk yang paling diminati dalam uji organoleptik, dengan penilaian indeks kepuasan yang tinggi dari segi rasa, warna alami khas ubi jalar ungu, serta tekstur renyah sereal saat dikonsumsi.

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat memberikan apresiasi yang tinggi atas capaian luar biasa ini. Keberhasilan Yuliana, seorang aktivis organisasi sekaligus mahasiswa KIP Kuliah asal Tojo Una-Una meraih predikat Cumlaude tepat setelah yudisium hari ini, diharapkan mampu menjadi pemantik motivasi dan inspirasi bagi seluruh mahasiswa lainnya di lingkungan kampus untuk terus berinovasi dan berprestasi tanpa batas.



