
๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฃ๐ผ๐ต๐๐๐ฎ๐๐ผ ๐๐ป๐๐๐ธ ๐ง๐ฒ๐ธ๐ป๐ผ๐น๐ผ๐ด๐ถ ๐ฃ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป: ๐๐ฎ๐๐๐ถ๐ฎ ๐๐๐น๐ฎ๐ฏ๐ ๐ฆ๐๐ธ๐๐ฒ๐ ๐ฃ๐ฎ๐ฑ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ถ๐๐ถ ๐จ๐ฏ๐ถ ๐จ๐ป๐ด๐ ๐ฑ๐ฎ๐น๐ฎ๐บ ๐ฅ๐ถ๐๐ฒ๐ ๐ฆ๐ธ๐ฟ๐ถ๐ฝ๐๐ถ๐ป๐๐ฎ ๐ฑ๐ถ ๐จ๐ก๐๐ฆ๐
Palu, 30 Juni 2026 โ Langkah akademis penting berhasil dilalui oleh Fauzia Kulabu, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Alkhairaat Palu. Melalui ujian skripsi strata satu (S1) yang digelar pada Selasa, 30 Juni 2026, di Aula Dr. Ir. Aris Aksarah Pas, MP, mahasiswi berprestasi asal Gorontalo ini secara komprehensif mempertahankan penelitian inovatifnya yang berjudul “Pengaruh Substitusi Tepung Ubi Jalar Ungu Terhadap Mutu Fisik, Kimia dan Sensoris Mie Kering” .

Penelitian ini lahir dari keinginan untuk mengembangkan produk pangan lokal menjadi komoditas alternatif yang lebih sehat dan bernilai jual tinggi. Melalui metode substitusi tepung ubi jalar ungu, penelitian Fauzia berhasil menemukan formula mie kering terbaik (perlakuan P3) yang menghasilkan karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik yang sangat baik, serta sangat disukai oleh para panelis dari segi warna dan tekstur setelah direbus.
Ujian skripsi ini berlangsung khidmat di hadapan Dewan Penguji yang dipimpin oleh Dr. Arfan, SP, M.Si. (Ketua) dan Dr. Jumardin, SP, M.Si. (Sekretaris), serta beranggotakan para akademisi senior yaitu Siti Fathurahmi Wahid, S.TP., M.Si., Yuanita Indriasari, SP, MP, Dr. Ir. Seandainya saja, S.TP., M.Si., dan Spetriani, S.TP., M.Si. Tim penguji memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan kedalaman data yang disajikan oleh Fauzia.

Setelah sesi presentasi dan tanya jawab yang dinamis selesai ditutup, kebahagiaan Fauzia semakin lengkap karena acara langsung dilanjutkan dengan prosesi yudisium kelulusan. Berkat kerja keras dan kualitas penelitiannya yang dinilai sangat berbobot, Fauzia Kulabu resmi dinyatakan lulus dan menyandang gelar sarjana dengan memperoleh predikat Sangat Memuaskan .
Keberhasilan ini menjadi buah manis dari perjalanan panjang Fauzia Kulabu. bersal dari Desa Buntulia Utara, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Fauzia merupakan anak ke-2 dari 2 bersaudara, lahir dari pasangan suami istri Bapak Anis Kulabu dan Ibu Hadijah Rahman (Almh).

Sebelum menapaki dunia perkuliahan di Kota Palu, Fauzia menyelesaikan seluruh pendidikan dasarnya di tanah kelahirannya. Ia menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Alkhairaat Buntulia pada tahun 2016. Semangat belajarnya berlanjut ke Madrasah Tsanawiah (MTs) Alkhairaat Buntulia hingga lulus pada tahun 2019, dan kemudian menyelesaikan pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) Alkhairaat Buntulia pada tahun 2022.
Pada tahun 2022, Fauzia memutuskan merantau dan melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi di program studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Alkhairaat Palu. Tidak hanya fokus pada dunia akademik, selama menempuh pendidikan tinggi Fauzia juga dikenal sangat aktif berorganisasi. Ia tercatat aktif sebagai anggota pada bidang Kesekretariatan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMATEPA), serta dipercaya mengemban amanah di organisasi luar kampus sebagai Bendahara Umum Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HMPIG).

Usai resmi diyudisium, Fauzia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam sekaligus harapannya untuk masa depan penelitian yang telah ia rintis.
โRiset ini adalah bentuk kontribusi kecil saya untuk perkembangan teknologi pangan. Ke depannya, saya berharap akan ada penelitian lanjutan mengenai optimalisasi proses pengeringan untuk menurunkan kadar udara produk, variasi konsentrasi yang lebih luas untuk formulasi yang lebih optimal, serta metode pengolahan dan uji daya simpan agar kualitas mie kering ubi jalar ungu ini semakin sempurna dan siap membawa dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,โ tutur Fauzia penuh optimisme.



