
Angkat Potensi Ubi Jalar Ungu Bebas Gluten, Mahasiswa Asal Sulawesi Utara Raih Predikat Sangat Memuaskan di Universitas Alkhairaat
PALU, 3 Juli 2026 — Sebuah inovasi pangan sehat berhasil lahir dari tangan ilmuwan muda Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu. Fijrah Muhammad, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, sukses mempertahankan penelitian skripsinya dalam ujian yang digelar pada Jumat (03/07) di Aula Dr. Ir. Aris Aksara Pas, MP Kebahagiaan tersebut kian lengkap karena usai ujian selesai, acara langsung ditutup dengan pelaksanaan yudisium yang mengukuhkan kelulusannya dengan predikat Sangat Memuaskan .

Fijrah Muhammad merupakan putri daerah asal Sulawesi Utara Desa Bunia, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Lahir sebagai anak ke-2 dari 2 bersaudara dari pasangan Bapak Zainal Muhammad dan Ibu Ulfa Paulus, Fijrah menempuh perjalanan pendidikan yang kental dengan nilai-nilai Alkhairaat.
Ia menamatkan pendidikan dasar di SD Alkhairaat Padang pada tahun 2016, lalu melanjutkan ke MTs Alkhairaat Bintauna (lulus tahun 2019), dan MA Alkhairaat Bintauna (lulus tahun 2022). Pada tahun 2022, ia berangkat ke Kota Palu untuk melanjutkan studi di Fakultas Pertanian UNISA. Selama berkuliah, ia juga dikenal aktif berorganisasi dan memegang amanah di kepengurusan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (Himagetri) pada bidang Koordinasi Advokasi Media dan Teknologi.

Dedikasinya selama mendaki bangku perkuliahan dibuktikan melalui skripsi yang berjudul “Daya Terima dan Kandungan Gizi Bolu Kukus Ubi Jalar Ungu Bebas Gluten” . Riset ini lahir sebagai sebuah solusi inovatif bagi pengembangan produk pangan fungsional yang aman bagi konsumen yang menghindari gluten, sekaligus memiliki nilai fungsional yang tinggi bagi kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian yang dipaparkannya, penggunaan ubi jalar ungu dalam pembuatan bolu kukus bebas gluten ini memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap peningkatan kadar udara (42,94% – 48,05%), protein (10,09% – 10,35%), serat kasar (10,8% – 1,69%), antioksidan (2,56% – 8,47%), serta antosianin (0,26% – 0,49%). Dari berbagai formulasi yang diuji, perlakuan terbaik ditemukan pada formula P3. Formula ini dinilai memberikan keseimbangan terbaik antara nilai gizi yang tinggi dan daya terima organoleptik yang tetap disukai oleh panelis/konsumen.

Jalannya ujian berlangsung dinamis dan berbobot di bawah kawalan Tim Penguji yang dipimpin oleh Dr. Arfan, SP, M.Sc. selaku Ketua, Dr. Jumardin, SP, M.Si. selaku Sekretaris, serta didampingi oleh empat anggota penguji lainnya yaitu Dr. Ir. Sekian, S.TP., M.Si., Dr.Ir. Sitti Sabariyah D, M.Si., Siti Fathurahmi Wahid, S.TP., M.Si., dan Spetriani, S.TP., M.Si.

Tim penguji memberikan apresiasi terhadap kedalaman data serta potensi produk fungsional yang dikembangkan. Melalui hasil penelitian ini, Fijrah menyarankan agar ke depan dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai komposisi penambahan optimal ubi jalar ungu agar diperoleh kualitas rasa, tekstur, dan warna yang jauh lebih baik lagi. Selain itu, diperlukan juga pengujian daya simpan untuk menjaga kestabilan produk selama penyimpanan, serta pengembangan kombinasi bahan lain demi meningkatkan sifat fungsional bolu kukus bebas gluten tersebut di masyarakat.
Melalui pencapaian predikat Sangat Memuaskan ini, Fijrah berharap formulasinya dapat menjadi pijakan bagi penelitian pangan lokal selanjutnya sekaligus membawa dampak positif yang luas bagi industri pangan sehat.



