
Putri Asal Banggai Gagas Solusi Hayati Tanaman Durian, Raih Predikat Cumlaude di UNISA Palu
PALU — Langkah akademis membanggakan berhasil ditorehkan oleh Sulistiawati, mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu. Dalam ujian skripsi yang dilanjutkan langsung dengan prosesi yudisium pada Selasa, 4 Agustus 2026, Sulistiawati sukses mempertahankan risetnya dan resmi menyandang gelar Sarjana Pertanian (S.P.) dengan predikat Cumlaude.

Penelitian ilmiah yang diangkat oleh putri asal Desa Beringin Jaya, Kabupaten Banggai ini berjudul “Uji Hambat Patogen Phytophthora sp. Secara In Vitro dengan Uji Berbagai Isolat Mikroba Asal Tanaman Durian Montong”. Riset ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menemukan agens pengendali hayati yang ramah lingkungan untuk mengatasi ancaman penyakit akibat jamur/patogen Phytophthora sp. pada pertanaman durian montong.
Melalui pengujian laboratorium secara in vitro, Sulistiawati berhasil mengidentifikasi sejumlah mikroba indigenous (lokal) dari tanaman durian montong, di antaranya Trichoderma asperellum, Trichoderma yunnanense, Penicillium citrinum, Purpureocillium lilacinum, Aspergillus flavus, dan Fusarium verticillioides.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh isolat mampu menghasilkan berbagai enzim hidrolitik penting (selulase, kitinase, amilase, pektinase, protease, dan ligninase) serta memiliki kemampuan antagonis dalam menekan pertumbuhan patogen Phytophthora sp. dengan daya hambat tertinggi mencapai 41,24%. Selain itu, isolat Aspergillus flavus juga menunjukkan daya hambat hingga 39,44% terhadap Bacillus cereus.
Pelaksanaan ujian skripsi yang berlangsung pukul 13.30–15.30 WITA di Aula Dr. Ir. Aris Aksara Pas, M.P. tersebut dihadiri oleh tim penguji dan pembimbing, yaitu Dr. Arfan, S.P., M.Sc. (Ketua Penguji), Dr. Jumardin, S.P., M.Si. (Sekretaris Penguji), Prof. Dr. Ir. Kasman Jaya, M.Si., Dr. Kasman, S.P., M.P., serta dosen pembimbing Prof. Dr. Ir. Ratnawati, M.P. (Pembimbing Utama) dan Idris, S.P., M.P. (Pembimbing Pendamping).
Dewan penguji memberikan apresiasi tinggi atas kedalaman riset dan potensi penerapannya di bidang perlindungan tanaman. Hasil riset ini dinilai menjadi pijakan penting untuk pengujian lanjutan pada skala rumah kaca (greenhouse) maupun lapangan guna mendukung pertanian berkelanjutan.

Sulistiawati lahir di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Bapak Darius dan Almarhumah Ibu Damina.
Jejak pendidikannya dimulai dari MIN 2 Banggai, MTs Nurul Iman, hingga SMAN 2 Bunta. Sulistiawati melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi Alkhairaat, Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu, mengambil Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, hingga berhasil menyelesaikan studi S1 dengan predikat Cumlaude.



