
Mahasiswi Asal Touna Raih Cumlaude di UNISA Palu Lewat Riset Durian
PALU, 24 Juli 2026 — Langkah penting dalam dunia perlindungan tanaman komoditas unggulan kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu. Munifa A. Asyura, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian UNISA Palu, sukses mempertahankan hasil penelitian skripsinya dalam Ujian Skripsi yang digelar di Aula Dr. Ir. Aris Aksara Pas, M.P., pada Jumat pagi (24/7/2026).

Tidak hanya berhasil meraih nilai kelulusan yang membanggakan, ujian tersebut dirangkaikan secara langsung dengan prosesi Yudisium di mana Munifa resmi menyandang gelar Sarjana Pertanian (S.P.) dengan predikat kehormatan Cumlaude. Putri daerah kelahiran Desa Pusungi, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una ini menempuh seluruh pendidikan tingginya di UNISA Palu melalui jalur Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Penelitian ilmiah bertajuk “Uji Patogenisitas Fusarium verticillioides dan Stenotrophomonas maltophilia pada Tanaman Durian Montong Secara In Vivo” ini lahir dari kepedulian terhadap keberlanjutan budidaya durian montong sebagai salah satu buah bernilai ekonomi tinggi di Sulawesi Tengah dan Indonesia.
Dalam pemaparannya di hadapan tim penguji, Munifa menjelaskan pentingnya mengidentifikasi dan menguji daya infeksi (patogenisitas) mikroorganisme seperti jamur Fusarium verticillioides dan bakteri Stenotrophomonas maltophilia secara langsung (in vivo) pada bibit tanaman durian montong.
“Durian montong memiliki potensi pasar yang sangat besar, namun produktivitasnya kerap terancam oleh serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Melalui pengujian in vivo ini, kami ingin mengetahui sejauh mana tingkat keparahan infeksi dari kedua isolat tersebut agar para petani dan praktisi pertanian memiliki pijakan ilmiah dalam penanganan dini.
Dari hasil pengujian lapangan dan laboratorium yang cermat, penelitian Munifa mengungkapkan bahwa inokulasi kedua mikroorganisme tersebut memicu gejala klorosis (pematian warna hijau daun) dan nekrosis ringan. Namun, analisis data insidensi dan keparahan penyakit menunjukkan bahwa Fusarium verticillioides dan Stenotrophomonas maltophilia tergolong ke dalam kategori patogen lemah, serta tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman maupun jumlah daun.

Penelitian cermat ini dibimbing langsung oleh tim akademisi Fakultas Pertanian UNISA Palu, yaitu Prof. Dr. Ir. Kasman Java, M.Si selaku Pembimbing Utama dan Idris, S.P., M.P. selaku Pembimbing Pendamping. Tim dosen mengapresiasi ketelitian metodologi serta kedalaman analisis ilmiah yang disajikan oleh Munifa.
Pencapaian predikat Cumlaude ini menjadi muara dari perjalanan panjang dan ketekunan akademis Munifa. Setelah sempat menunda pendidikan tinggi selama dua tahun usai menamatkan sekolah di MAN Tojo Una-Una, keputusannya untuk bangkit dan menuntut ilmu di Agroteknologi UNISA Palu pada tahun 2022 kini membuahkan hasil yang manis.
“Saya sangat bersyukur atas bimbingan para dosen, dukungan keluarga, serta kesempatan belajar di UNISA Palu. Harapan saya, hasil riset ini dapat dilanjutkan pada kondisi lingkungan dan variabel iklim yang berbeda, sehingga memberikan peta ketahanan tanaman durian yang makin komprehensif bagi dunia pertanian kita,” tutup Munifa dengan senyum penuh kebanggaan.



