
Inovasi Pengendalian Hama Bawang Merah, Mahasiswi Asal Tojo Una-Una Raih Cumlaude di UNISA Palu
Palu, 30 Juli 2026 — Langkah besar dalam pencapaian akademik dan inovasi dunia pertanian lahir dari Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu. Farida Yusuf, mahasiswi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, sukses mempertahankan penelitiannya dalam Ujian Skripsi yang berlangsung di Aula Dr. Ir. Aris Aksara Pas, MP, Kamis (30/7). Keberhasilan ini kian berkesan setelah ujian dilangsungkan dengan prosesi yudisium dan Farida resmi dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude .

Di hadapan tim penguji, mahasiswi kelahiran Desa Pusungi, Tojo Una-Una ini memaparkan penelitiannya yang bertajuk “Uji Efektivitas Bacillus cereus Terhadap Larva Spodoptera exigua Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)” . Penelitian unggulan ini disusun di bawah bimbingan Dr. Arfan, SP, M.Si. selaku Pembimbing Utama dan Dr. Sayani, SP, M.Si. selaku Pembimbing Pendamping.
Penelitian ini menjawab kegelisahan petani terhadap serangan hama ulat greyak ( Spodoptera exigua ) pada komoditas bawang merah. Melalui pengujian yang mendalam, Farida membuktikan bahwa konsentrasi agen hayati Bacillus cereus mampu menghasilkan tingkat kematian (mortalitas) larva ulat greyak hingga 97% sampai 100% .
“Penggunaan pestisida secara masif berisiko merusak lingkungan dan kesehatan tanah. Hasil pengujian menunjukkan Bacillus cereus memiliki sifat entomopatogen yang sangat tinggi, sehingga sangat potensial dijadikan alternatif pengontrol hayati yang ramah lingkungan,” jelas Farida.
Pencapaian predikat Cumlaude ini menjadi buah manis dari konsistensi Farida sejak memulai studi S1 di UNISA Palu. Selama perkuliahan, anak bungsu dari pasangan Bapak Ahrudin Yusuf dan Ibu Junaia S.Kee ini dikenal aktif dalam kegiatan akademik maupun praktikum, hingga dipercaya terlibat langsung dalam penelitian dan pengabdian masyarakat bersama dosen—yang kemudian menjadi fondasi kuat skripsinya.
Pembimbing Utama sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Dr. Arfan, SP, M.Sc., memberikan penghargaan tinggi atas kontribusi penelitian ini. Harapannya, temuan mengenai Bacillus cereus ini dapat dikembangkan lebih lanjut ke skala lapangan dengan variasi konsentrasi dan metode aplikasi demi memberikan efektivitas yang semakin optimal bagi kemajuan petani bawang merah.



