
Tuntas Kuliah dengan Gemilang, Fahri Raih Predikat Cumlaude Lewat Riset Cendawan Rizosfer Bawang Merah Palu
Palu 13 Agustus 2026— Perjalanan panjang penuh liku berbuah manis sukses ditorehkan oleh Fahri, mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu. Di hadapan para tim penguji, Fahri tampil memukau dalam Ujian Skripsi yang dilangsungkan di Aula Dr. Ir. Aris Aksara Pas, M.P., dan ditutup dengan yudisium berpredikat cumlaude.
Penulis yang bernama lengkap Fahri ini lahir di Desa Ulatan, Kec. Palasa, Kab. Parigi Moutong, sebagai anak kedua dari pasangan Bapak Agus Pakaya dan Ibu Nisra. Ia memulai pendidikan formal di SD Negeri Ulatan pada tahun 2009 dan lulus pada tahun 2015. Selanjutnya, pendidikan berlanjut di MTs A. Ulatan hingga lulus pada tahun 2018, dan menyelesaikan jenjang menengah atas di MA A. Ulatan pada tahun 2021.

Selepas lulus aliyah, perjuangan tak langsung mulus. Fahri memilih menunda studi (gap year) selama satu tahun akibat keterbatasan kondisi ekonomi. Baru pada tahun 2022, tekad kuat membawanya melanjutkan pendidikan S1 di Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Selama masa kuliah, Fahri dikenal sangat aktif dalam kegiatan akademik, baik perkuliahan maupun praktikum.
Dalam ujian skripsinya, Fahri mengangkat riset krusial berjudul “Isolasi dan Karakterisasi Cendawan Rizosfer pada Lahan Bawang Merah Lokal Palu di Desa Maku dengan Penggunaan Insektisida Secara Intensif”. Penelitian ini bermula dari keresahannya atas dampak penggunaan insektisida kimia secara masif terhadap keseimbangan ekosistem mikroorganisme tanah.
Berdasarkan hasil penelitiannya, penggunaan insektisida intensif di Desa Maku terbukti menekan keragaman jenis serta kerapatan spora cendawan rizosfer jika dibandingkan dengan lahan pembanding. Meski demikian, beberapa isolat seperti Aspergillus niger dan Trichoderma sp. terbukti memiliki daya toleransi adaptif yang mampu bertahan hidup meski laju pertumbuhannya melambat pada konsentrasi tinggi. Temuan ini merekomendasikan agar para petani mulai menerapkan penggunaan dosis insektisida secara bijaksana serta mengombinasikannya dengan pendekatan ramah lingkungan.
Sidang akademik yang dipimpin oleh Idris, S.P., M.P., selaku Ketua Penguji, bersama Sekretaris Spetriani, S.T.P., M.Sc., serta jajaran anggota penguji yakni Dr. Jumardin, S.P., M.Si., Dr. Sjarifuddin Ende, S.P., M.Si., Dr. Ir. Hasmari Noer, M.Si., dan Dr. Lisa Indriani B, S.P., M.P., memberikan apresiasi tinggi atas ketajaman analisis data dan penguasaan materi Fahri. Tim penguji menilai riset ini tidak hanya memenuhi standar akademik strata satu, tetapi juga memiliki signifikansi praktis yang mendesak bagi keberlanjutan sektor pertanian hortikultura lokal.
Pencapaian predikat cumlaude ini menjadi anugerah tersendiri. Di luar ketekunan akademiknya, Fahri juga aktif mengasah jiwa kepemimpinan. Ia tercatat aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Universitas Alkhairaat, memimpin Divisi Publikasi dan Informasi HIMAGROTEK, hingga dipercaya sebagai Koordinator Divisi Pendidikan, Pengabdian, dan Pengembangan BEM Fakultas Pertanian periode 2024–2025.
Kisah dari Desa Ulatan ini menjadi pengingat bahwa kerja keras, ketabahan, dan ketekunan pada akhirnya akan membukakan jalan menuju puncak prestasi.



